Hujan Kesekian Kali

Dulu saja, ada orang-orang yang terus menyemangati diri. Menumbuhkan api dan daya.
Ya, aku masih terperangah dengan membabi-butanya waktu.
Memilih laju cepat, membarengi saja tak mau. Aku? Ya,
lagi-lagi tertinggal.

Ketukan irama tik-tik di atas genting rumah, memantul, membawa sinyal kepada memori.
Tentang banyaknya luka dan air mata.




Bojonegoro, 02 Sya'ban 1441 H
Jumat, 27 Maret 2020 M

Komentar

Postingan Populer