SALAH SATUNYA


Setiap orang tidak ingin menyalahkan yang lainnya. Atau pun bermaksud demikian, menyinggung, atau melakukan suatu kesalahan. Namun seperti yang diketahui, tidak ada manusia sempurna. Selalu saja melakukan dan berbuat salah. Berbohong atau salah satunya melukai hati secara tidak sengaja.
Aku tidak tahu di sini apakah seseorang ketika dimintai bantuan, haruskah marah-marah ketika memang dia tidak mampu untuk melakukannya.

Sebenarnya aku ingin melupakan kejadian beberapa waktu yang lalu. Tapi pikiranku memilih jalan yang lain untuk memikirkannya. Buat apa pula memikirkan hal yang tidak penting begitu. Membuang-buang waktu saja.

“Hei!” aku terkejut mendengar teriakan itu. Segera tersadar dari lamunan, kalau aku tidak sengaja menabrak seseorang saat memikirkan hal tidak penting tersebut. Kepalaku menoleh kepadanya yang terjatuh. Aku hendak membantunya, tetapi dia sudah bangun sendiri sambil mengibas-ngibaskan pakainnya.

“Maaf.” Hanya itu yang keluar dari mulutku. Dan entah kenapa jariku menggaruk-garuk lenganku yang tidak gatal. Dia sama sekali tidak menatapku, padahal aku sudah meminta maaf. Masih sibuk dengan pakaiannya.

Tanpa mengatakan apa pun, dia langsung pergi begitu saja meninggalkan yang termenung menatap punggung belakangnya. Ya, sudahlah, itu salah satunya bagian ketidaksengajaan. Beberapa orang yang tengah beristirahat di gazebo masih memperhatikan ke arahku. Ah, menyebalkan sekali menjadi pusat perhatian. Beruntungnya tempat ini bukan tempat umum seperti sekolah, kampus, taman, alun-alun atau tempat umum pada umumnya. Hanya sebuah tempat pelatihan yang tidak terlalu ramai. Bagi orang-orang yang tergerak niatnya akan dating kemari untuk mengkuti pelatihan.

“Hei!” suara itu kembali terngiang seperti beberapa waktu yang lalu setelah aku tak sengaja menabraknya. Langkahku segera tertahan dan menengok ke arahnya yang sudah berhenti membalikkan badan ke arahku, sedang tersenyum. Maksudnya apa?

“Kamu akan menjadi salah satunya yang selalu melakukan hal tersebut dengan tidak sengaja, membuat orang teringat dan tersadar sesuatu.” Kemudian dia segera berbalik. Ini aku yang ge-er, atau memang dia sedang berbicara padaku? Mengatakan itu? Apa maksudnya? Siapa dia berkata seperti itu?

Ingin aku mengejarnya dan bertanya apa maksudnya dia mengatakan itu padaku? Urung, orang-orang di sekitar segera tertarik dengan apa yang baru saja terjadi. Orang aneh. Karenanya aku menjadi bahan tontonan. Memalukan sekali. Segera aku pergi ke kantin.

Komentar

Postingan Populer